Thoughts · Writings

Tentang Cinta Bagiku

Cinta itu tak ada.

Yang ada adalah perjuangan untuk merubah diri sendiri.

Keinginan untuk bertoleransi.

Saat kita dipertemukan Tuhan, yang bicara hanyalah sebuah ketertarikan.

Tapi cinta, pada dasarnya adalah perjuangan untuk mau mengenalkan diri kita pada orang lain. Perjuangan untuk diterima, menerima, atau bertoleransi menyatukan diri kita dan orang lain.

Kita, ke dalam hati dan kepala orang lain.

Dalam perjalan sebuah cinta, seringkali kita tersesat dalam labirin kehidupan orang lain. Sebuah sejarah, karakter, mimpi dan ambisi dari orang yang kita pilih.

Kadang kita limbung. Kadang kita takut. kadang kita berakhir kecewa.

Ternyata, orang lain itu tak semudah yang kita kira.

Tapi bukankah labirin cinta memang ada untuk kita jelajahi?

Untuk kita tapaki meski kadang berdinding duri. Labirin itu untuk kita kenal. Karena ia juga akan membuat kita lebih mengenal diri sendiri.

Pada akhirnya,

Orang yang kita pilih dan memilih kita, akan selalu meninggalkan kita. Seperti cinta yang akan kembali menjadi cinta. Karena hakikatnya, ia memang tak pernah ada.

Maka apapun yang sedang kita perjuangkan saat ini, adalah apa yang benar – benar kita miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *