Life

Mola Hidatidosa & Penyakit Trofoblas Ganas (Part 3-End)

Kawan, sungguh rahim perempuan adalah salah satu tempat yang paling sensitif 🙂

Mungkin karena rahim juga bagian yang sangat spesial. Tempat kelak manusia lain ada, tumbuh dan memulai kehidupan pertamanya. Tempat bayi kita. Tempat kita mulai membagi kehidupan kita sendiri dengan makhluk kecil anugrah Tuhan di dalamnya.

Saya tidak akan menghakimi siapapun dari kalian yang terkena masalah di rahim seperti saya. Saya tahu rasanya dituduh makan tidak sehat, pola hidup berantakan, tidak menjaga bagian dalam, dll. Padahal, tidak semua penyakit diakibatkan oleh hal – hal yang barusan saya sebutkan. Tapi sebagai manusia dengan pandangan terbuka, dan lebih positif demi kebaikan diri sendiri, marilah kita terima setiap perkataan mereka dengan telinga yang siap mendengarkan, mulut yang tidak membantah dengan kesombongan, serta hati yang penuh kerendahan.

Beberapa point yang mungkin bisa dijadikan catatan:

  • Jangan panik jika kita divonis penyakit tertentu, khususnya penyakit rahim tertentu. Segera masuk ke forum kesehatan dan google gejala serta keluhan yang dirasakan. Semakin kita tidak mengenal penyakit yang kita alami, pikiran kita akan terus memikirkan hal buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.
  • Cari second opinion dari dokter lain selain dokter yang mengeluarkan vonis. Bukan untuk meragukan keahlian akademis, tapi semakin banyak pendapat dan penjelasan, akan semakin terbuka kemungkinan pengobatan yang bisa dijalani.
  • Ceritakan apa yang kita alami ke luarga atau sahabat terdekat. Minta doa dan support mereka. Kita tidak akan bisa menjalani hal berat sendirian. Lagipula, berbagilah agar mereka bisa belajar melalui apa yang kita alami.
  • Jika ada orang–orang yang memberikan saran untuk ke pengobatan alternatif, “orang pintar”, atau mungkin dokter pilihan mereka, terimalah dengan ucapan terima kasih yang tulus. Mereka peduli. Masalah keputusan apa yang akan kita ambil, semua tergantung kata hati.
  • Tak perlu mencari perhatian terlalu besar, apalagi pada mereka yang sedikit cuek. Mungkin mereka sedang sibuk dengan masalah mereka sendiri. Cukup beritahu, lalu berjuanglah lagi.

Teman saya pernah bertanya, “In a maze without end, why you still breath?”

Because I do believe, at the end of this topsy turvydom, there will be giant grace for my life.

God sent me this test, in the same time He gave me wonderful husband. Enough power and faith. Great family and lovely friends.

So why do I have to question the hard moment while I can be thankful for all the happiness surround.

Kalian nggak pernah sendirian. Silakan hubungi saya di dianismarani@me.com untuk semua detail pengobatan, dokter bahkan harga RS sebagai pembanding.

Tuhan bersamamu, tak ada jalan buntu.

2 thoughts on “Mola Hidatidosa & Penyakit Trofoblas Ganas (Part 3-End)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *